Kisah Hidup Anak Kost

     

Selamat Sehat, salam sejahtera buat kita semua, saya harap kalian semua baik-baik saja, Amin. Tetap jaga kesehatan Jaga jarak mengingat Pandemi Covid 19 saat ini masih berhejolak di kalangan bangsa kita. salam Hangat, ini kisah hidupku semasa Kuliah dan baru masuk semester pertama, kami selalu anak kampung harus merantau ke kota demi Kuliah, disitulah keluh kesah dan ratapan kami yang harus rela menahan lapar dan haus akibat uang habis. Ini adalah kisahku, aku Hosea Marselino lahir dari keluarga yang sederhana, hidup pas pasan pkerjaan Orang tua ku ialah petani perkebun, Untuk memenuhi kebutuhan sehari hari ayahku noreh karet dari subuh sampe pagi, siangnya Dia ke ladang, sedangkan ibuku dulunya begitu, tetapi setelah ia memiliki cucu ia tidak lagi bekerja layaknya seperti dulu, dengan kehidupan yang pas pasan tidak menutup kemungkinan untuk aku bisa kuliah. sejak SMP aku ikut dengan pamanku sampe aku tamat SMA ia menampungku di Rumahnya, walaupun aku sering mencuri barang milikNya, namun meraka tetap baik kepadaku, sampe aku di kasih pekerjaan selama 6 bulan disana, eh btw aku sebelum kuliah ngangur dulu selama 1 Tahun, gue lulusan 2019 dan pada Tahun 2020 baru gue kuliah, Beidewai pamanku adalah seorang pengusaha Toko seperti empat alat alat mesin disitulah aku membantunya, tapi sebalumnya saya Pernah ikut paman juga di bengkel itu kurang lebih 5 bulanan setelah itu baru ikut paman yang satunya di Toko. singkat cerita setelah gue masuk kuliah Kami disuruh untuk ke kampus walaupun sebenarnya masih daring akan tetapi karena ada kegiatan tertentu kami ke Sana, dan juga ada jam jam dosen yang harus dilakukan secara tatap muka karena itu saya harus ke kota untuk bisa mengikuti perkuliahan, dengan sangat menahan malu gue menumpanh di kost an temanku si Dika & Doni Kami bertiga selamat, walaupun sempit ya harus di nikmatin namanya juga nasip. Disini juga ada teman satu jurusan pula dengan kami bertiga yakni si Gugun kami mau masak dan apa apa selalu melalui dia, sebab dia punya magicom sedangkan kami ga ada ya itulah nasip orang ga punya, selama disini kami yang paling sakit itu saat mau makan, jika tidak masak dan ga ada lauk, kami ga akan makan, apapaun alasannya, jadi untuk beli lauk kami harus Pete Pete atau iuran sakitnya itu disitulah, jauh dari orang tua, untuk mereka sih masih dapat kiriman, ya saya orang tua ga bisa ngirimin uang, sebab mereka ga bisa mengirimkan uang. demikian kesaksian singkat hidup saya biarlah Bisa menjadi pelajaran buat kita semua, semua itu butuh pengorbanan. seperti pohon besar yang tampak dari kejauhan itu butuh proses pula untuk tumbuh. sekian Terima kasih daaaa GBU. @Dika @Doni instagram ku @MarselinoHosea

Komentar